6 HAL YANG HARUS DI PERHATIKAN DALAM MEMULAI BISNIS MINIMARKET

Di masa pandemi kovid 19 ini kita dibatasi untuk beraktivitas terutama di luar rumah dengan di terapkan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pasti berdampak kepada perekonomian masyarakat,apalagi usaha UMKM tapi semua itu tidak menghalangi kreativitas masyarakat untuk terus bisa membuat bisnisnya tetap berjalan.Sehingga para masyarakat dan pelaku usaha banyak memanfaatkan media sosial untuk menjual barang dagangannya,dan bagaimana dengan pelaku usaha minimarket,pada topik kali ini kita akan mengulas perkembangan minimarket pada saat pandemi dan maraknya bisnis online pada saat sekarang ini.

Maraknya bisnis online tidak serta merta membuat bisnis minimarket menjadi lesu. Hal ini dapat dilihat dari jumlah outlet dua minimarket besar (Indomaret dan Alfamart) yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.Bahkan boleh dikatakan sudah merata diseluruh provinsi yang ada di indonesia,Bahkan di beberapa tempat dengan populasi sangat padat (seperti pemukiman di sekitar universitas), Anda dapat melihat gerai minimarket berjejer dengan jarak tidak lebih dari 100m. Hal ini membuktikan bahwa potensi pasar minimarket masih terbuka lebar.

Bagi anda yang ingin memulai bisnis minimarket anda tidak perlu ragu,wujudkan impian anda tersebut karena pasar minimarket saat ini dibilang sangat bagus,apalagi kita lihat dari tren gaya hidup masyarakat saat ini,yang sudah jarang belanja di warung-warung kecil milik masyarakat,kebanyakan dari konsumen lebih senang belanja di minimarket,hal itu disebabkan karena pelayanan serta kebersihan di minimarket membuat konsumen belanja dengan nyaman dan ditambah lagi dengan kualitas barang yang dijamin higgenis dan tidak kadaluarsa.

Tapi sebelum anda memulai bisnis minimarket ada beberapa hal yang harus anda perhatikan

1. Memiliki Izin Mendirikan Bisnis Minimarket










Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika ingin memulai bisnis minimarket adalah memiliki semua jenis surat izin yang berkaitan dengan kegiatan bisnis Anda nantinya, seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan sebagainya.Setiap daerah mungkin saja memiliki peraturan yang berbeda terkait perizinan mendirikan bisnis minimarket, jadi Anda perlu menghubungi pemerintah setempat untuk mengetahui persyaratan apa saja yang harus dipenuhi

2.Tata layout ruangan dengan baik

Meskipun hal ini dianggap sepele, namun pada bagian konsep minimarket rumahan dan tata layout ruangan harus diperhatikan dengan sebaik mungkin. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap beberapa peralatan yang nantinya akan digunakan. Misalnya saja seperti cooling box, kulkas untuk minuman, rak, maupun yang lainnya. Untuk tata letak dari setiap peralatan harus diperhatikan dengan baik supaya pelanggan tidak susah dalam mencari produk yang akan dibelinya.

3.Atur modal dengan sebaik mungkin

Perlu diingat bahwa Anda memiliki keterbatasan modal pada saat ingin membangun sebuah usaha minimarket. Sebab itu Anda harus membelanjakan modal tersebut dengan sebaik mungkin. Anda harus menggunakan modal tersebut untuk hal-hal yang paling penting dan paling mendesak pada bisnis. Jangan asal menggunakannya beberapa bahan atau peralatan yang benar-benar penting untuk Anda gunakan pada bisnis minimarket tersebut.


4. Memilih Usaha Mandiri atau Waralaba










Ketika memulai bisnis minimarket, Anda mungkin bimbang ketika akan memilih antara mendirikan usaha minimarket secara mandiri atau secara waralaba. Masing-masing pilihan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan.Usaha minimarket secara mandiri akan memberikan fleksibilitas kepada Anda, dan biaya yang dibutuhkan bisa saja lebih murah daripada waralaba. Tetapi tentu saja, mendirikan usaha minimarket mandiri akan sangat merepotkan.Sementara dengan model waralaba, ada banyak kemudahan yang dapat Anda peroleh. Mulai dari pemasaran, brand yang sudah dikenal publik, manajemen yang lebih baik, dan masih banyak lagi. Anda hanya perlu mengeluarkan sejumlah uang sesuai dengan harga yang ditetapkan pihak penyedia waralaba.

5. Siapkan Perlengkapan yang Dibutuhkan










Setelah menemukan lokasi yang tepat, Anda perlu membeli berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuka minimarket, mulai dari mesin kasir,Aplikasi Kasir,rak untuk display produk, kulkas untuk minuman, perlengkapan CCTV, dan sebagainya.Jika Anda menggunakan sistem waralaba, semua perlengkapan tersebut biasanya sudah disiapkan oleh perusahaan induk, sehingga Anda tidak perlu repot untuk membelinya sendiri.

6 Pilih Karyawan dengan Cermat









Karyawan adalah orang yang nantinya akan menjalankan kegiatan operasional minimarket Anda, sehingga Anda harus cermat ketika memilih mereka.Perlu Anda ingat bahwa bisnis minimarket memiliki risiko kehilangan atau pencurian, baik itu oleh pembeli maupun karyawan Anda sendiri.Berikan gaji dengan jumlah yang layak dan penuhi semua hak karyawan. Dengan begitu, mereka akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap minimarket Anda. Demikian pembahasan mengenai 5 hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin memulai bisnis minimarket. Ingin bisnis Anda semakin berkembang?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Strategi Mengatur Keuangan Pada Bisnis Kecil